Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Puisi Keren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Keren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2016

Kekekalan Energi


Kekekalan Energi
Oleh: Pety Rahmalina
.
Karena kamu tuh seperti energi. Menurut hukum kekekalan energi, energi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan. Energi hanya bisa diubah menjadi bentuk energi yang lainnya.
.
Begitu juga kamu. Kamu adalah energi yang tak kuciptakan dan tak bisa kumusnahkan. Kamu itu sesuatu yang terubah oleh waktu menjadi sebuah unsur atau senyawa sejenis kenangan. Anggap saja kamu dulu seperti unsur Oksigen yang berikatan dengan Hidrogen dalam Air (H2O) yang merupakan molekul berharga dalam kehidupanku. Tapi mungkin kemudian kamu menjadi unsur Oksigen yang berikatan dengan Karbon membentuk senyawa (CO2) atau bahkan CO dan justru menjadi racun dalam diriku bila tidak kunjung melepasmu.
.
Aku tak bisa memaksa untuk tetap mempertahankanmu, tapi akupun tak bisa memusnahkanmu dari segala hal. Karena sudah kukatakan bahwa kau adalah salah satu bentuk energi milikNya. Jadi aku hanya akan melepaskanmu dan bagian dari dirimu akan menjadi sebuah kenangan--tidak musnah. Tapi menjadi sesuatu yang berbeda saja.
.
Hei, kau jangan menyesal pada sang waktu yang telah mengubahmu menjadi bentuk energi yang lain. Bisakah kau mengerti, jika kau tak bisa menjadi energi untukku lagi. Bukankah kau masih bisa menjadi energi untuk sesuatu ataupun seseorang yang lain? Mungkin saja kau akan lebih bisa melengkapinya dan begitu pun sebaliknya. Jadi, lepaskanlah segala jenis energi ikatanmu untuk tetap bertahan. Ubahlah saja pada energi pelepasan untukku--menjadi energi ikatan untuknya. Kau tak perlu menghabiskan energimu dengan reaksi pembakaran yang akan menghanguskan dan mengubah dirimu menjadi sesuatu yang berlainan lagi. Tak perlulah O2 membakar-- dan menyebar benci-benci yang lainnya, kepadaku, kepadamu, kepada waktu, ataupun kepada yang lainnya.
.
#Writing #Materi #Kimia #Fisika #AnakIPA #BanyolanIPA #PetyRahmalina #sman1panggang #FisikaAsyik #KimiaAsyik #Quotespelajar #Sains #IPA
#Yogyakarta #29Desember2016

Senin, 13 Juni 2016

ALTER
-Written by: Pety Rahmalina-
--------
Kali ini aku melamun dalam sepi. Ada ruang yang terasa hampa dalam diri. Udara luar terlalu dingin saat menyentuh kulitku. Angin mulai gusar kuhempaskan kasar sejak tadi. Dia tampak menggerutu tak jelas dan membawa kabut putih.
-
Kabut putih perlahan menyelebungiku, membawaku pada labirin yang entah dimana akhirnya. Adakah sang pencerah yang akan membawaku padaNya?
.
Aku terus berjalan tuk mencari, mencari apa yang akan aku cari. Terus berjalan dan tertatih sendiri. Hingga di suatu sudut akhirnya ku temui. Temui refleksi diri ini, dia sama bahkan tak ada beda. Hanya saja kami terbalik kanan-kiri begitu pula sifat kami.
-
Dia menyunggingkan senyuman misteriusnya. Raut wajahnya berbeda denganku, aku dengan wajah cemasku sedang dia terlihat bersembunyi dalam senyumannya.
.
"Aku mengganggumu?" Aku menatap matanya yang juga merupakan refleksi mataku.
-
"Kau tidak menggangguku, aku sudah lelah tidur sepanjang waktu. Kau yang melemahkanku dan sekarang aku mendapatkan kekuatanku sehingga aku dapat terbangun tanpa panggilan darimu." Senyuman penuh kemenangan kian tergambar di wajahnya.
-
"Bagaimana bisa? Aku tak menginginkanmu! Pergi!" Bentakku padanya.
-
"Kau sudah melemah saat ini- Atma dan aku bisa mengendalikanmu kapanpun saat aku menginginkannya. Kau tak punya kekuatan untuk membuatku tidur kembali dalam kendalimu. Oh iya aku tak bisa pergi. Karena aku adalah dirimu, jika aku pergi maka kau juga harus pergi juga dari Raga!"
-
"Alter apa kau gila? Kau akan membuatku di bawah kendalimu?"
Perlahan tapi pasti Alter mulai mengambil alih posisiku untuk mengendalikan Raga. Dia merasuk dan mencoba menenggelamkanku dalam mimpi yang dia buat.
"Tidak Alter kau tak bisa melakukannya!"
-
"Tidurlah, aku tahu kau sudah lelah. Aku akan mengendalikan segalanya, kau tak bisa mengingkari kehadiranku Atma. Kau sudah terlalu lama bersama Raga dan aku tidak rela jika kau tak menginginkan kehadiranku. Tidurlah!"
-
Cahaya dalam diriku sedetik kemudian menghilang. Kini hanya gelap yang ada. Aku terhempas saat Alter mulai menguasai, dia seakan memasukan obat bius dalam diriku agar aku terlelap jauh dalam diriku sendiri yang kini dalam kendalinya. Kini Ragaku adalah miliknya.
-
"Tidurlah Atma, biarkan aku yang merasakan sakit dan pedihnya. Kau tak boleh merasakannya. Aku sudah biasa dengan rasa sakit yang selalu kurasa saat aku mengambil alih Raga darimu. Kau tak pernah tersakiti karena selama ini aku yang tersakiti. Kau akan bahagia dalam tidurmu. Maka biarkan aku hidup dalam kisah tak mengenakan ini. Kelak kau akan terbangun saat aku melemah karena tak kuasa menahan segala. Semoga kau mengerti Atma. Aku ada karena kau ada."
-
-----
Yogyakarta, 13 Juni 2016